Triandika Weblog Rotating Header Image

Hal-hal menarik selama di Aberdeen

Beberapa hal yang menarik alias unik selama di Aberdeen. Jangan hanya dilihat enaknya ya, tentu ada juga ga enaknya tantangannya yang jadi pelajaran hidup di luar negeri bagi kami.

Harga bahan makanan 

Memang banyak bahan makanan lebih mahal dari yang di Indonesia, tapi ada beberapa makanan yang justru lebih murah. Misalnya beras, ternyata ada beras kualitas paling rendah disini yang setara kualitas menengah di Indonesia (IR-64) harganya ternyata hanya £0.4 per Kg atau hari ini sekitar Rp 8,000 per Kg. Sedang Indonesia yang negara agraris, kualitas menengah setidaknya di pasar diatas Rp 10,000 per Kg.  Beras itu disini impor, khusus beras long-grain tersebut katanya dari Thailand namun sudah dalam bentuk bungkusan UK ketika di store. Praktis kami ga pernah merasa khawatir karena beras melimpah di rumah 😀

Selain beras, beberapa makanan lain yang lebih murah: roti tawar, keju, susu dan produk turunannya. Tentu karena memang produksi susu lebih melimpah disini dibanding di Indonesia (relatif terhadap jumlah penduduk). Lalu, ada makanan yang harganya hampir mirip di Indonesia, contohnya daging sapi. Kalau di Indonesia daging sapi terasa mahal (diatas Rp 100 ribu per Kg), disini ga ada bedanya atau terasa ‘murah’ karena juga sekitar £6 per Kg.

Oiya, sama seperti di Indonesia, stores disini juga ada murah di sisi satu dan mahal di barang lainnya.  Kecuali demi makanan halal, kami selalu selektif jenis bahan makanan apa beli dimana. Alhamdulillah, flat cukup dekat dengan beberapa stores. Selama 3 bulan pertama, kami sudah punya list perbandingan harga bahan-bahan makanan di beberapa stores. Bukan hanya karena harus hemat, tapi kerasa lebih ‘menantang’ kalau nemu ada barang lebih murah di store tertentu :).

Barang charities shop

Kalau dibilang ini adalah godaan bagi para ‘kelas bawah’ disini. Jika ‘kelas atas’ godaannya mungkin belanja barang-barang baru di stores ternama, maka charities shop menawarkan barang-barang second yang masih sangat layak pakai dengan harga murah (sesuai kondisi dan brand harganya). Para donatur menyerahkan barang-barang tersebut dengan gratis, sedangkan charities shop mengumpulkan dana hasil penjualan untuk kegiatan sosial mereka. Macam-macam kegiatan tergantung charities-nya, mulai save children sampai save cat (beneran misinya menyelamatkan kucing terlantar :D).

Menarik idenya, dan ketika jalan ke kota-kota lain UK pun banyak charities shop. Dulu waktu 2010 saya tidak tahu karena hanya turis 2 minggu, tidak benar-benar menyelami kehidupan disini.  Tapi kalau ide ini diterapkan di Indonesia mungkin masih belum berjalan. Harga baju baru Tanah Abang sudah murah, plus bisnis pakaian bekas yang juga merajalela. Kalau kata teman ada satu lagi, di Indonesia rawan penyakit kulit (maklum daerah panas) jadi ngeri kalau beli barang second :).

Kalau dulu tahu ternyata ada banyak peralatan second dan charities shop disini, tentu bawa barang dari Indonesia tidak perlu banyak-banyak. Mulai dari pakaian, jaket, tas, sepatu hingga mainan anak. Yang pasti celana mending bawa, karena kalaupun beli murah £1-3 tapi size atau panjang ga ada yang cocok, motong panjang bayar £10 :(. Sekarang kami cukup banyak barang dari charity shops, jadi bingung gimana bawa pulangnya nanti hehe.

Partisipasi survei untuk uang

Untuk mendapatkan uang tambahan, mahasiswa biasanya mencari kerja part-time. Karena beban kuliah yang lumayan (baca: sibuk plus main :p), maka makan uang beasiswa dan tabungan pilihan yang harus dilakukan. Namun bukan berarti tidak menutup peluang uang. Meskipun tidak besar, tapi cukup menarik karena tanpa banyak usaha dan sifatnya selingan, yakni ikut partisipasi dalam survei-survei yang sering diumumkan di intranet kampus, terutama untuk Program Psychology. Contohnya di bawah:

Would you like to participate in a psychology experiment?
We are interested in determining what affects response times to simple stimuli.You will be asked to press buttons on a computer in response to a simple stimulus. The experiment will last approximately 30mins and you will be compensated £5 for your time.
This experiment has been reviewed and approved by the School of Psychology ethics committee.
Lumayan, hanya 0.5 jam (lebih cepat/lambat sama aja bayarnya hehe) dapat £5. Pernah ada survei yang dialokasikan 1 jam untuk £10, tapi saya kerjakan hanya 45 menit kurang. Ada juga workshop dapat voucher Amazon £20 hanya chit-chat 45 menit :p. Oiya, disini rata-rata waitress atau store-boy/lady dapat £6-7 per jam. Survei lumayan kan? Tapi memang survei ini tidak bisa dipastikan alias hanya sesekali. Pernah dalam satu bulan bisa dapat lebih £50, Alhamdulillah.
two-time

Jalan sehabis survei 🙂

Similar Posts:

3 Comments

  1. Dian Kartika says:

    halo mas, salam kenal..
    saya dian kartika.
    insyallah bulan agustus akan berangkat ke aberdeen karena suami diterima kuliah master di Aberdeen University, infonya sangat membantu sekali.. terimakasih banyak sudah sharing di blognya.

    apakah mas triandika msh lama tinggal di aberdeennya? barangkali bisa berjumpa nanti dengan saya dan suami di sana..

  2. Susan, I love them (i’m partial to the butterflies) and totally agree that this has DIY written all over it.Right? I’m not being insulting here. I appreciate art and finely crafted pieces but I’m also all about the knockoff.–s

  3. That’s not even 10 minutes well spent!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Adobe Flash player