Triandika Weblog Rotating Header Image

Hi world from our son

IMG_1751

Hi world, my parent gave me a name, Aidan Shifanan Asmoro. Aidan means little fire, courage. It is a Scottish name, a land where I took my first breath. Shifanan means curing or healing. It is an Arabic name reflecting my bond to the universality of Islam. Asmoro is my father’s name, a Javanese name meaning love. Wherever I live, I must bring my own character and attitude from where my blood is originally from.

Aidan Shifanan Asmoro, courage for curing and healing using my own character and love. Name is a hope (and a prayer) of a parent, and ASA means hope in Bahasa Indonesia as Indonesia is my forever homeland. May Allah SWT always guide me in this world, Amin.

Aberdeen, 1 July 2015 at 10.41 BST.

Weight 3,340 gr, Height 53 Cm.

Flat kami di Aberdeen

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, berburu private flat di Aberdeen adalah tantangan tersendiri. Ditambah bahwa akomodasi adalah hal utama ketika kita tinggal di tempat baru. Alhamdulillah, kami (keluarga dengan 5 tahun anak) datang dari airport Aberdeen langsung menempati flat kami di area antara Tillydrone dan Great Northern Road (Woodside).

Prosesnya adalah kami mendapat info flat di website Aberdeen mosque, lalu meminta senior orang Indonesia yang sudah tinggal di Aberdeen untuk viewing dengan dijemput landlord di Masjid. Lalu dikirimkan foto-foto oleh senior, dan deal via telepon lalu transfer 2x monthly rental fee beberapa hari kemudian. Kuncinya tentu percaya, silaturahim dan teknologi.

Berikut ini beberapa gabungan foto-foto dari flat kami. Yang paling kami suka, ada akses ke backyard dari living room membuat view nya fresh. 🙂

Living Room Abz

Kitchen Abz

Toilet Abz

Triandika's Room

Safa's Room Abz

Beberapa tambahan plus tinggal di flat (area) ini:

– Tenang, tidak berisik. Tiap pagi atau sore bisa dengar ramainya burung.

– Akses jalan utama, Great Northern Road jalan utama dimana banyak bus ke city center. Terutama bus Airport yang bisa mengantarkan ke Airport (15 menit) dan masuk langsung ke Bus Station di city center (15 menit). Tiket airport bus (stagecoach) ini lebih murah (dan ga harus bayar uang pas) dibanding first bus. Bagi yang suka jalan-jalan naik Megabus/Train, atau keluar UK tentu memudahkan. Jika ingin hemat, naik sepeda ke city center 15 menit.

– Harganya ‘masuk akal’, patokan flat 2 bed room furnished (all in furniture) di Aberdeen itu minimal £800 per month, exclude bills (electricity dan internet). Kalau dapat dibawah itu, rezeki namanya.

– Landlordnya yang muslim tinggal persis di depan flat, jadi jika ada masalah flat mudah. Kami pun cukup dekat menjadi seperti keluarga sendiri.

– Tidak besar tapi cukup, pernah menjadi host pengajian ibu-ibu dan anak-anaknya yang main di back yard. Total sekitar 20 an orang di living room yang dirapikan.

– Sekolah dekat: Riverbank school (nursery dan primary), hanya 7 menit jalan dari flat. St Machar school (secondary) 15 menit jalan.

– Groceries stores dekat, jalan kaki: Tesco Express, Farmfoods, Iceland, Poundstretcher (semua di Great Northern Road), dan halal store terbesar di Aberdeen, Fairdeal (lokasinya antara flat dan kampus). Jika ingin ke Lidl, bisa ke Bucksburn dengan bus airport, atau ke Asian store, Matthews dengan bus yang sama. Jarang ada lokasi di Aberdeen yang dekat banyak groceries seperti ini, mendukung hobi kami membandingkan harga hehe. Tapi tidak ada kompromi perihal halal (daging dan ayam).

Tentu ada sisi ‘kurang enaknya’, paling tidak ada dua yang utama:

– Tidak ada gas untuk heater atau masak, semuanya listrik. Secara umum lebih mahal menggunakan listrik dibanding gas. Namun kami berhasil menyiasatinya meter listriknya, aman terkendali sekarang (tergantung penghuni).

– Yang pasti banyak orang akan ‘komplain’ terhadap akses ke University of Aberdeen. Naik bus hanya 5 menit sebenarnya, tapi bus nya (No 19) kadang tidak tepat jadwal karena Tillydrone kawasan terakhir route nya. Namun jika jalan kaki hanya 20 menit, plus jika naik sepeda 5 menit, tanpa terganggu jadwal kapan harus berangkat.

Flat to Aberdeen Uni

20140909_101517

Flat kami satu dari 4 flat di rumah ini, plusnya kami di Ground level sisi kanan foto diatas. Dua jendela tersebut adalah 2 bed room. Alamatnya dimana? Well, saya masih protes ke Google map kenapa marker di mapnya kurang tepat. Paling tidak menurut map terdekat ini sudah cukup mewakili. Ada street view juga dan akan sedikit terlihat penampakannya flat house nya.

In overall, kami puas dengan flat kami. Alhamduillah. Semoga bisa diteruskan oleh orang Indonesia seterusnya. 🙂

Merencanakan Eurotrip

Eurotrip Merencanakan Eurotrip atau perjalanan ke Eropa adalah sebuah tantangan tersendiri. Keinginan untuk menjelajah sebanyak-banyaknya negara harus dibatasi dengan banyak hal, mulai dari waktu, fisik dan fokus destinasi yang dicari. Tantangan ini bahkan sebelum mulai mengajukan visa, karena saat pengajuan visa kita setidaknya sudah ada itinerary yang ingin dijalani.

Nah.. itinerary ini pun harus cukup masuk akal, berapa lama tinggal di suatu kota/negara, dimana akan tinggal dan bagaimana transportasi menuju kesana. Karena berapa lama tinggal akan berpengaruh ke negara mana yang akan kita ajukan untuk aplikasi visa schengen nya (negara terlama atau negara akses masuk/keluar). Visa schengen memang menjanjikan jelajah Eropa (daratan) tanpa batas, namun perlu ada strategi menyusun itinerary untuk aplikasi visa tersebut.

Pengalaman kami menjelajah Eropa 4 – 22 April 2015 lalu (18 hari), itinerary sudah mulai kami susun Januari 2015, karena visa akan diajukan di Februari 2015. Membutuhkan 2-3 minggu persetujuan visa, sehingga setidaknya 2-3 minggu sebelum perjalanan keputusan visa sudah didapat.  Karena bisa jadi visa tidak disetujui, maka langkah taktis pembatalan tiket masih lebih dari 7 hari sebelumnya sehingga meminimkan resiko tiket hangus (no refund).

Kami sampai harus membuat 3 kali revisi itinerary karena terlalu ambisius di 2 itinenary awal. Teman kami yang sudah pengalaman Eurotrip dan tinggal di Eropa memberikan masukan dan membuat kami harus merevisi tersebut.Standar negara Eropa yang akan kami kunjungi: Belanda, Perancis, Spanyol, Italia, Austria, Ceko dan Jerman.

Itinerary pertama masih memasukan Turki sebagai salah satu tujuan, dan beberapa kota di tiap negaranya yang membuat tidak realistis untuk dijalani. Misalnya di Belanda masih ingin pergi ke beberapa kota seperti Delft dan Rotterdam, sedangkan di Turki selama 3 hari. Artinya negara-negara lain hanya maksimal 2 hari, sedangkan di Spanyol banyak yang ingin dijelajahi.

Itinerary kedua, sudah tidak memasukan Turki tapi masih sedikit ambisius karena beberapa kota hanya 1 malam, masih ada Munich dan Hamburg, Prague hanya 1 malam, dan terdapat 2 overnight train. Bermalam di kereta bukan masalah sebenarnya, namun kami sendiri baru membeli Eurail Global Pass dan belum memesan seat kereta tersebut. Akhirnya,  itinerary kedua inilah yang kami ajukan untuk aplikasi visa ke Kedubes Belanda meskipun teman tersebut masih ‘protes’ atas itinerary tersebut.

Kesalahan kami adalah kami menunggu melakukan reservasi seat kereta setelah visa disetujui, dimana sebaiknya reservasi seat tersebut bisa dilakukan pararel dengan aplikasi visa. Lalu gimana nanti kalau visa tidak disetujui? Ituah mengapa harus cukup jauh hari untuk melakukan pembatalan, mungkin tidak 100% refund tapi setidaknya tidak hangus semuanya.

Akhirnya setelah visa disetujui, kami harus melakukan revisi itinerary lagi karena kami kehabisan seat train dari Barcelona ke Milan, setelah overnight train dari Granada ke Barcelona. Perubahan dilakukan dengan memesan pesawat terbang dari Madrid ke Roma, dimana sebelumnya Madrid tidak masuk dalam itinerary. Artinya kami harus tambah 1 malam di Madrid, sebagai pengganti overnight train tersebut.

Itinerary ketiga inilah yang akhirnya kami jalani selama Eurotrip 18 hari tersebut, mulai dari Aberdeen, UK ke Eropa daratan.

Hari 0 Perjalanan dari Aberdeen ke Glasgow, terbang ke Schiphol Amsterdam

Hari 1 Keukenhof and Amsterdam

Hari 2 Volendam and The Hague

Hari 3 Perjalanan ke Paris

Hari 4 Paris full day

Hari 5 Perjalanan Paris ke Barcelona, stopover Perpignan

Hari 6 Perjalanan Barcelona ke Granada, stopover Cordoba

Hari 7 Granada full day

Hari 8 Granada, perjalanan Granada ke Madrid

Hari 9 Madrid, terbang dari Madrid ke Rome

Hari 10 Roma full day

Hari 11 Perjalanan Rome ke Milan, stopover Pisa

Hari 12 Perjalanan Milan ke Vienna, stopover Zurich

Hari 13 Vienna full day

Hari 14 Vienna, daytrip Vienna ke Bratislava, perjalanan Vienna ke Prague

hari 15 Prague full day

Hari 16 Perjalanan Prague ke Hamburg

Hari 17 Hamburg full day

Hari 18 Perjalanan Hamburg ke Schiphol, terbang ke Glasgow, kembali ke Aberdeen

Oiya, pertimbangan vital saat menyusun itinerary adalah kami adalah keluarga dengan ibu hamil 26 – 29 bulan dan anak perempuan 5 tahun. Sehingga menyusun itinerary sedikit lebih menantang daripada hanya single traveler atau family traveler biasa.

Seperti apa peta perjalanan kami? Berikut ini dua traveler maps yang menggambarkan pola melingkar perjalanan kami di Eropa daratan.

Capture

MapLink: traveler map Eurotrip

Apakah kami puas? Well, manusia memang sering minta yang lebih. Total 18 hari, 18 kota dan 9 negara buat kami adalah pengalaman yang luar biasa. Meskipun ada beberapa hal yang diluar skenario, namun banyak pelajaran yang bisa kami ambil. Kuncinya di perencanaan, dan Alhamdulillah.. lebih dari 80% yang kami rencanakan sesuai kenyataan. Sedangkan sisanya adalah pelajaran lapangan yang akan jadi bagian cerita selanjutnya. 🙂

Selamat menyusun rencana Eurotrip!

Berburu Private Flat di Aberdeen, UK

Berburu private flat (properties) di Aberdeen (dan di UK pada umumnya) adalah sebuah tantangan tersendiri, terutama bagi yang tidak tinggal di UK dan belum mempunyai akun bank UK. Lebih khusus lagi di Aberdeen, demand rental private flat sangat tinggi, apalagi di masa awal kuliah seperti bulan Agustus-September. Plus Aberdeen sebagai kota minyak menjadikan banyak pendatang dan keluarga yang datang dan mencari tempat tinggal di Aberdeen. Hal ini tidak heran menjadikan harga rental properti di Aberdeen adalah salah satu tertinggi se-UK setelah London

Bagaimana proses berburu private flat di Aberdeen?

  1. Berburu via website atau media informasi lain

Ada banyak sekali website yang berisi tentang properties di Aberdeen, dan anda bisa mendapatkan list lengkapnya jika meminta ke Aberdeen University Student Association (AUSA). Banyak juga yang saling cross posting, info di website satu juga ada di website yang lain. Diantara website-website tersebut, ada tiga website yang bisa menjadi rujukan utama yaitu.;

http://www.aspc.co.uk/

http://www.rightmove.co.uk/

http://www.aberdeenmosque.org/Index/ads

Dengan dua website teratas, kita bisa set automatic notification untuk jenis properti yang kita inginkan, misalnya berapa ruang (2 bedroom, 1 living room, 1 kitchen room, 1 bath room), unfurnished/furnished (lengkap perabot), jarak ke kampus, dan harga maksimalnya. Jika ada properti yang cocok dengan setting kita, maka kita akan di kirimkan informasinya ke email. Sedangkan website ketiga adalah papan iklan dari Aberdeen Mosque. Beberapa informasi tentang vacant flat ada disini, dan lebih ditujukan untuk komunitas muslim. Informasi via website ini biasanya untuk mulai segera atau 1 bulan sesudahnya, misalnya jika flat untuk awal September maka informasi website biasanya ada mulai Agustus.

  1. Viewing

Para agent atau landlord pasti meminta calon tenant untuk viewing sebelum deal. Ini yang membuat kesulitan yang belum ada di Aberdeen untuk deal. Jadi, mendapatkan info properti yang tersedia tidak jaminan karena harus melakukan viewing. Biasanya viewing dilakukan berbarengan dengan peminat yang lain, artinya 1 flat bisa diminati oleh beberapa orang.

  1. Form untuk rental flat

Setelah viewing, maka para peminat diminta untuk memasukan form untuk pengajuan rental. Disinilah seni mendapatkan flat, karena sistemnya menggunakan harga teratas yang menang. Rentang waktu antara viewing dan memasukan form juga penting, semakin cepat semakin baik. Yang lebih penting lagi jika menginginkan properti tersebut, harus segera ‘dikunci’ dengan beberapa cara lain selain harga yang ‘reasonable’, misalnya advance payment yang lebih besar (normal nya 1 kali rental fee) dll.

  1. Keputusan

Setelah memasukan form, berikutnya adalah masa tunggu yang bisa berkisar beberapa hari atau bahkan lebih dari 1 minggu. Hal ini karena biasanya ada beberapa peminat sehingga landlord harus menyeleksi dan memilih tenant untuk propertinya. Disini penting sekali untuk tetap komunikasi dengan agent, karena kita bisa mengetahui posisi tawar kita dibanding peminat yang lain. Jika kita benar-benar menginginkan properti tersebut, maka kita bisa menaikan biaya sewa atau beberapa bulan dibayar di awal sekaligus.

Apakah harus melalui prosedur diatas untuk mendapatkan properti di Aberdeen? Jawabannya, Tidak.

Proses diatas adalah ‘proses normal’, ketika kita mendapatkan properti melalui agent pada umumnya. Namun, jika kita bisa mendatkan properti dari landlord langsung, maka prosesnya menjadi lebih sederhana (walaupun tidak semua landlord mau melakukannya karena alasan landasan hokum perjanjian, melalui agen lebih kuat dan lebih dilindungi secara legal).

Website Aberdeen mosque diatas adalah salah satu media langsung tanpa melalui agen, dari landlord atau penghuni lama properti ke calon penghuni baru. Dan anda tetap bisa mendapatkan flat ketika belum berada di Aberdeen. Tentu ini ada resiko nya, karena kita tidak bertatap muka langsung dengan landlord nya. Disinilah kontak orang-orang atau mahasiswa Indonesia yang sudah di Aberdeen menjadi sangat penting karena mungkin kita akan memerlukan bantuan mereka, misalnya untuk memastikan dengan bertatap muka dengan landlord (tentunya dengan tidak merepotkan pihak yang kita minta bantuan).

Selain itu, kontak orang Indonesia juga bermanfaat misalnya informasi flat di sekitaran tempat tinggal mereka, atau bahkan meneruskan flat yang sudah berjalan. Semua pihak akan senang karena transisi flat berjalan baik, dan landlord juga tetap mendapatkan tenant yang tidak terputus tanpa harus membayar biaya agent.

Sebagai tambahan, Aberdeen sebagai kota internasional menjadikan ada konsultan pencarian dan pengurusan flat sampai siap ditempati di Aberdeen. Salah satunya adalah www.aberdeenrelocation.co.uk yang menawarkan service mulai viewing bersama sampai all-in service alias terima kunci dengan hanya komunikasi via email. Secara umum untuk jasa profesional ini, harganya memang tidak murah.

Catatan terakhir, alamat tempat tinggal sangat penting di Aberdeen (dan UK), karena semua surat menyurat (bank, medical, bills dan lain-lain) akan dikirimkan ke alamat tersebut. Jika pindah alamat karena sebelumnya misal temporary accomodation, maka harus segera dilakukan pembaruan ke pihak yang terkait.

Setelah mendapatkan Flat

Jika sudah mendapatkan private flat, maka home broadband internet adalah kebutuhan primer yang harus segera diurus. Syaratnya, tentu alamat flat dan bank account. Mencari promo yang murah atau paket menarik (misal: paket dengan mobile, dengan TV, etc) bisa menggunakan webite money supermarket, dimana provider di UK mempunyai rata-rata service yang masih di atas provider Indonesia pada umumnya. Setelah daftar internet, perlu 5-10 hari untuk routernya sampai flat. Plug & play, karena semua flat disini sudah dilengkapi dengan land line.

Berikutnya council tax yang akan ada di billing utilities (gas, electrical, etc) harus dikeluarkan jika kita mahasiswa. Caranya, minta surat keterangan dari universitas untuk mendapatkan council tax exemption. Kemudian datang ke City Council di Marischal College, mengisi form dan menyerahkan surat keterangan dari universitas tersebut ke salah satu counter service, jangan lupa membawa paspor semua penghuni flat. Berikutnya, menunggu surat datang ke flat untuk konfirmasi persetujuan exemption tersebut.

Mengubah Meter Listrik di UK

Ternyata hal-hal terkait ngoprek listrik muncul di flat kami, seperti halnya ketika kami baru pindah rumah di Depok. Alasan utama harga listrik di UK yang super mahal, plus tidak ada saluran gas alias semuanya pakai listrik. Kami sebenarnya sudah menyadari bahwa listrik mahal, karena seminggu setelah menempati flat langsung datang surat dari Scottish Hydro, electrical provider, tentang tarif dan nama baru penghuni.

Langsung saja browsing-browsing, disitu ternyata tarif yang paling murah adalah dengan menggunakan dua meter system, sehingga ada tarif day dan night. Karena kami sudah punya ‘dua meter’, kami pikir sudah sesuai dengan ketentuan itu, jadi kami tenang-tenang saja dan menggunakan lisrik malam untuk mesin cuci (niatnya hemat).

Electricity 07Sep14

THTC Meter

Nah.. ternyata 5 Desember tepatnya 3 bulan setelah kami tinggal, datanglah tagihan listrik pertama kami. Jreng..jreng.. tagihannya £ 234 alias Rp 5.5 juta! Pemakaian listriknya standard 1132 Kwh dan 27 Kwh heating control.

SSE Billing Dec14

Wah, mau gimana lagi. Langsung browsing2 lagi sambil liat tagihan bahwa ternyata walaupun dua meter, sistemnya masih THTC (Total Heating Total Control) mengingat ada storage heater di flat (yang jarang kami pakai karena harus on setiap saat dan otomatis mati sesuai suhu yang di-set). Jadi dua tarif nya masih satu tarif standard (19.43 p/kwh) dan tarif heating control (9.81 p/kwh), plus standing charge 26 p/day.

Langsung berusaha email ke Scottish hydro, dan setelah di ping pong, akhirnya telepon untuk minta ganti meter system (Alhamdulillah landlord setuju karena ga ngaruh buat dia, plus storage heater diganti dengan panel heater).

Dan setelah nunggu akhirnya tanggal 26 Januari 2015 kami sudah punya dua meter system yang punya dua tarif, day tariff (18.19 p/kwh) dan night tariff (9.74 p/kwh) yang hanya berlaku 8 jam dari 23.30 GMT (00.30 BST) sampai 7.30 GMT (8.30 BST).

Langsung saja kami berstrategi untuk menyeimbangkan pemakaian listrik karena jam berlaku itu. Mesin cuci, boiler, oven dan kadang-kadang masak dan setrika sebelum jam malam berakhir pagi harinya.

Selain tarif tersebut, ada juga standing charge semacam abonemen yang dihitung per hari, tarif untuk standard economy (quarterly on demand and paper bills)  27.41 p/day.  Lihat-lihat lagi tarif scottish hydro lagi, ternyata bisa paperless bill dan metode autodebet dengan menghitung estimasi pemakain selama setahun dan nanti biaya tagihan flat akan langsung diambil dari tabungan per bulan. Dan tarif dengan melakukan tersebut (monthly autodebet and paperless bills), standing charge nya menjadi ‘hanya’ 14.79 p/day.

Lalu bagaimana hasilnya? Mari kita lihat..

1. Kami masih terkena tarif lama dari 3 Desember 2014 sampai 26 Januari 2015, tagihan nya £ 157 (pfiuh…), dengan pemakaian meter sebanyak 736 Kwh standard dan 1 Kwh heating control.  Artinya kalau dijadikan 3 bulan sampai 5 Maret 2015, tagihan baru bisa melewati tagihan sebelumnya (£ 234) .

736 x 19.43 p/kwh = £ 143

1 x 9.81 p/kwh = £ 0.9

53 days x 26 p/day = £ 14

2. Tanggal 26 Februari lalu (30 hari pemakaian), saya cek meter dan mendapatkan pemakaian day nya 318 Kwh dan night 233 Kwh. Jadi totalnya perhitungan kami adalah £ 85.

318 x 18.19 p/kwh = £ 58

233 x 9.74 p/kwh = £ 22.6

30 days x 14.79 = £ 4.4

Day Meter

Day Meter

Night Meter

Night Meter

Well, masih belum sesuai target, tapi setidaknya sudah lumayan ada distribusi antara day dan night nya, plus kondisi winter Dec – Feb pemakaian heater lagi banyak (tapi masih aja dingin sekarang hehe). Kalau ditarik pemakaian meter baru sampai minggu 1 Maret 2015, kami yakin totalnya tidak akan lebih £ 120. Artinya sudah ada penghematan £ 157 – £ 120 = £ 37 selama 1.5 bulan atau kurang lebih £ 25 per bulan. Sangat lumayan bukan?  🙂