Tulisan ini merupakan bagian lanjutan dari tulisan sebelumnya, Perjalanan Umrah Jalan Darat dari Oman.

6. Mobil

Dengan beberapa kondisi yang disampaikan diatas, jenis mobil yang cocok digunakan Adalah type SUV diatas 2000 CC, sehingga mempunyai ground clearance yang cukup untuk medan yang dinamis serta bagasi yang cukup lapang. Karena bersiap untuk perjalanan total sekitar 5000 km dalam 1 minggu, perlu untuk melakukan pengecekan cairan mobil dan servis kendaraan.

Untuk dapat melintas border KSA, kendaraan wajib di-cover oleh insurance yang tersedia loket nya menuju pintu keluar border setelah selesai pemeriksaan scanning. Sayangnya durasi asuransi yang tersedia on-the-spot di border minimal 1 bulan (287.5 SAR saat itu), sedangkan kalau beli secara online durasi minimal bisa 2 minggu (harga belum cek).

7. Uang Kas dan Kartu

Pertanyaan standar buat perjalanan, berapa uang kas yang perlu disiapkan. Menurut pengalaman kami, satu perjalanan pergi cukup dengan minimal 1000 SAR per kendaraan dengan syarat pembayaran petrol, makanan (resto/supermarket), dan insurance bisa dibayar dengan kartu (visa/master) tanpa perlu cash.

Uang kas lebih untuk jaga-jaga terutama hotel atau warung di petrol station tidak semua bisa dengan kartu. Hotel di Batha saat itu bisa dengan kartu, namun Hotel Melati di perjalanan ke Taif tidak ada card machine.

Aturan wajib nya untuk selalu menanyakan membayar opsi kartu sebelum cash. Dan kemudian bisa mengambil uang tunai lagi di Makkah via ATM sesuai kebutuhan untuk belanja (yang hampir pasti cash) dan persiapan perjalanan pulang. Beberapa kali mengambil uang via ATM bisa juga untuk sekalian cek bank mana yang memberikan rate relatif lebih bagus dibanding bank lainnya.

8. Anak-anak dan Keluarga

Perjalanan selama rata-rata 10 jam selama 3 hari, perlu disiapkan rencana kegiatan anak-anak selama perjalanan selain tidur. Beberapa opsi kegiatan misalnya permainan kuis kartu dengan tema Al-Qur’an dan sejarah Islam.

Buat yang tidak pusing dengan membaca sambil mobil berjalan (sampai berapa lama), kegiatan Tilawah Al-Qur’an, membaca buku atau bahkan belajar juga menjadi pilihan yang bermanfaat sambil menikmati perjalanan dengan pemandangan dan cemilan.

Yang menantang saat semua penumpang tertidur, driver harus cukup dopping atau nyanyi. Ketika anak-anak tidur, kesempatan ngobrol yang panjang tentang kehidupan dengan co-driver. Meski kadang-kadang driver tetap ngantuk juga, pijatan a.k.a pukulan dari co-driver sering jadi obat nya.

Miqat Wadi Maharim Taif
Masjidil Haram
Bersama di Demba Resto Clock Tower

9. Selama di Makkah

Kami memulai rangkaian Umrah sekitar jam 17 setelah check-in di Hotel Shohada (check-in hotel KSA normalnya jam 16), kami bisa ikut sholat Maghrib diantara Tawaf dan sholat Isya diantara Sa’i. Selesai rangkaian ibadah Umroh, makan malam dan istirahat.

Meskipun parkir mobil di hotel cukup nyaman dan mudah di akses, tapi kami akhirnya tidak pakai sama sekali mobil untuk keluar sekitaran Makkah selama 3 hari tersebut. Semoga next time kami bisa juga sedikit explore Makkah dengan mobil sendiri, meskipun gaya berkendara di Makkah ngeri2 sedap juga.

Alhamdulillah.. jadi kegiatan selama di Makkah lebih fokus semaksimal ibadah di Masjidil Haram. Lalu menikmati suasana sekitarnya termasuk mencoba kuliner dan resto Indonesia serta belanja beberapa kebutuhan terutama yang khas, misal Jam Al-Fajr. Atau barang-barang yang lebih murah dari Oman. Karena pakai mobil, maka kapasitas barang cukup fleksibel sesuai kemampuan. Dan, daripada uang dipakai laundry, mending bawa pakaian yang cukup dan uangnya bisa dipakai untuk beli Abaya. Gaas.. tidak perlu khawatir extra baggage 😊  

10. Perjalanan Kembali

Pada dasarnya mengikuti rute berangkat, dengan penyesuaian penginapan lebih mendekati ke Riyadh sampai perkiraan gelap di Tuwaiq (seperti kota satelit nya Riyadh). Berangkat dari Hotel Shohada sekitar jam 10, kami langsung menuju Taif untuk transit istirahat sebentar (makan siang sambil jalan). Sampai di Hotel sekitar jam 8 malam, cukup ideal untuk istirahat kembali.

Idealnya setengah hari masih ada waktu cukup untuk sedikit untuk explore Riyadh, namun kami memutuskan untuk langsung ke Al Batha sehingga sampai penginapan yang sama waktu berangkat cukup awal sekitar jam 3 sore. Awalnya sore mau makan malam di city center Batha, akhirnya memilih makan malam bersama di restoran sebelah penginapan. Terdapat juga minimarket disini lumayan untuk kesempatan beli-beli terakhir di KSA sebelum melintasi ke Rub Al-Khali.

Dengan istirahat yang lebih dari cukup, perjalanan pagi ke Muscat bisa dimulai jam 7an, sampai jam 11an makan siang di rest area tengah Rub Al-Khali untuk memastikan full tank menuju border ke Oman. Alhamdulillah, melintasi border keluar KSA sangat cepat dan lancar masuk kembali ke Oman sekitar jam 4 sore waktu Oman. Waktu yang cukup dari Ibri ke Muscat sampai kembali ke rumah sekitar jam 9 malam.

Overall, perjalanan yang sangat menyenangkan sehingga membuat beberapa langsung berniat mengalokasikan selama 2 minggu perjalanan darat dari Oman untuk Umrah dan Tour of Saudi. InshaAllah 😊

*Credit Photos: Frieza Gustaman

About The Author

1 thought on “Perjalanan Umrah Jalan Darat dari Oman (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.