Perjalanan Umrah Jalan Darat dari Oman

Pada bulan Oktober 2025 kami menjalankan ibadah Umroh melalui jalur darat dari Muscat (MCT), Oman ke Makkah, Saudi Arabia (KSA) dengan total rombongan 4 mobil (keluarga) terdiri atas 14 orang dewasa dan anak-anak. Berikut 10 hal yang bisa diceritakan kembali perihal pengalaman itu.
1. Itinerary
Mengingat kami hanya memanfaatkan term-break sekolah 1 minggu, maka Sang Ketua Kafilah (Sheikh Yasin Zaidun) telah menyusun agenda perjalanan dengan rapi selama 8 hari 7 malam, dimana 2+2 malam menginap di perjalanan pergi+pulang dan 3 malam di Makkah.
Hal ini mempertimbangkan jarak sekali jalan dari Muscat ke Makkah sekitar 2400 km dengan menyetir tidak sampai terlalu malam untuk istirahat tidur layak yang cukup, mengingat perjalanan bersama keluarga (anak-anak) untuk membuat perjalanan lebih santai dan bisa dinikmati.
2. Rute
Rute yang dipilih dari Oman ke KSA melalui Rub Al-Khali (Empty Quarter) via Ibri, Oman dengan pertimbangan efisiensi secara visa tanpa harus melalui UAE. Mengingat Ketua Kafilah sudah pernah 2 kali perjalanan darat sebelumnya dengan rute pergi yang sama, maka persiapan dan kondisi jalan sudah di-briefing dengan baik.
Jalan Rub Al-Khali ini merupakan service road 1 lajur bolak balik maksimal speed rata-rata 90 km/h melintas gurun pasir, sehingga beberapa bagian ada pasir di jalan raya atau lubang. Hal yang paling ‘unik’ melalui Rub Al-Khali adalah sepanjang 550 km setelah masuk border KSA ini hanya mempunyai satu-satu nya petrol station di sekitar Km 300.
Artinya, manajemen BBM termasuk yang paling penting disini, full-tank sebelum keluar Oman dan kemudian full-tank lagi di Km 300 tersebut meskipun untuk beberapa jenis mobil belum sepenuhnya habis BBM nya. Lalu full-tank sekitar 250 km kemudian setelah ketemu Express Way dari Al Batha (KSA) to Riyadh.
Dari Batha ke Riyadh sekitar 550 km, kita akan melalui jalan lurus paling panjang sedunia membentang sekitar 260 km. Terdapat 3 atau 4 petrol stations sepanjang jalan ini, dan kita bisa memilih untuk full-tank setelah setengah nya sesuai kondisi perjalanan.
Dari Riyadh rute selanjutnya ke Taif sekitar 800 km dengan jumlah petrol stations yang cukup banyak setiap maksimal 100 km. Terakhir dari Taif ke Makkah sekitar 100 km atau kurang lebih 1.5 jam menuruni gunung dengan mengambil miqat di Miqat Wadi Maharim.
Sebagai catatan jika menggunakan mobil besar (bus), maka dilarang melewati jalur gunung tersebut, Sehingga jika berniat Umrah harus miqat di Miqat Qarn Al Manazil (Al Sail Al Kabir), dengan jarak Taif ke Makkah lebih jauh sedikit sekitar 140 km (2 jam).



3. Hotel
Dengan rute terseburt akan menentukan strategi pemilihan hotel khususnya selama di perjalanan. Dengan keberangkatan dari Muscat sektar jam 3.30 pagi hari (untuk Shubuh di Nizwa sekitar jam 5 dan estimasi sampai di border Oman dan KSA jam 8 MCT/9 KSA. Maka malam pertama disusun di hotel area petrol station (rest area) setelah ketemu express way Al Batha to Riyadh sekitar jam 19 KSA.



Lalu untuk hotel di malam kedua perjalanan diputuskan di daerah sedekatnya dengan Taif semaksimal mungkin sehingga kami masuk hotel di area petrol station sektar jam 21 KSA. Jarak ke Taif sekitar 2 jam kemudian, sehingga keesokan harinya kami punya energi yang cukup untuk menjalankan Umroh dengan mengambil miqat setelah makan siang di Taif.
Sebagai catatan, perlu terus dicek di Gmaps karena tidak semua petrol station ada hotel (penginapan) sehingga jangan sampai terlalu malam (gelap) atau lama nyetir sehingga kurang nyaman buat driver dan penumpang.
Untuk hotel di Makkah sudah di booking sebelumnya sesuai rekomendasi Sang Ketua di Hotel Shohada, sekitar 600 m dari pintu Ajyad Masjidil Haram dan memiliki basement parkir yang cukup luas, dimana tamu hotel membayar biaya parkir yang cukup reasonable 50 SAR per 24 jam.
Secara kualitas, penginapan di rest area Al Batha mungkin setara Melati 3 (200 SAR twin bed), sedangkan di antara Riyadh ke Taif setara Melati 2 atau malah 1 (150 SAR 1 king size, tanpa keset kamar mandi 😊). Jadi ekspektasi juga perlu disesuaikan. Sedangkan Shohada Mekkah Bintang 4 yang nyaman (quad bed).
4. Border Imigrasi
Border Ibri, Oman relatif lancar dimana kami sebagai residen juga dipastikan mempunyai visa turis/umrah ke KSA. Kemudian masuk border KSA sekitar jam 9 KSA (8 MCT), dan baru keluar border sekitar 1.5 jam kemudian karena pemeriksaan yang cukup detail.
Sesuai prosedur dan pengalaman dari perjalanan Sang Ketua sebelumnya, semua barang (tas) di mobil dikeluarkan untuk di scan satu per satu. Lalu kondisi mobil yang relative ‘kosong tas’ di scan juga. Dari hasil scan, jika terdapat hal/barang mencurigakan di dalam body mobil, maka akan dilakukan pemeriksaan manual dengan membongkar sampai dirasa cukup terbukti ada/tidaknya hal yang mencurigakan tersebut.
Hal tersebut yang bisa membuat pemeriksaan di border cukup lama dan harus diantisipasi secara waktu perjalanan (dan mental 😊). Alhamdulillah, kami pada akhirnya semua lancar melewati border KSA dan lanjut perjalanan melalui Rub Al-Khali.



5. Pengaturan Barang
Dengan antisipasi pemeriksaan border tersebut, Sang Ketua mewanti-wanti dalam packing harus dalam kondisi tas per tas (atau box), sehingga memudahkan dalam off-loading ataupun loading kembali ke mobil setelah pemeriksaan x-ray.
Hal menarik disampaikan juga (dari Bu Ketua), untuk memisahkan baju dan barang yang rencana dipakai harian dalam tas (koper) yang berbeda. Sehingga ketika keluar bermalam tidak perlu banyak barang yang dikeluarkan dari mobil.
Bahkan ketika di hotel Makkah, hanya tas tertentu yang keluar mobil. Tidak perlu mengeluarkan tas dari perjalanan pergi atau pulang nya nanti. Tentu tas toiletries dan makanan (terkait) hal yang bakal keluar setiap hotel. Hal ini termasuk bagian yang perlu direncanakan. Dan karena pakai mobil (bukan pesawat), jadi tidak perlu khawatir jumlah tas dan maksimum kg setiap tas nya.
(to be continued)
Perjalanan Umrah Jalan Darat dari Oman (2)