Triandika Weblog Rotating Header Image

Vacation

Banten Trip: Anyer, Cikerai, Waterpark

Banten menjadi semacam agenda rutin liburan, sampai sekarang sudah 2 kali kami kesana dengan agenda jalan-jalan plus usaha :).

Pertama bulan Maret, agenda utama nginap dan main di pantai Anyer. Pilihan jatuh ke hotel Anyer Cottage. Mengingat check in hotel baru bisa jam 14, maka pagi sampai makan siang perlu destinasi lain yang dekat. Jelas pilihan utama adalah Vila Ternak Cikerai yang juga kami kunjungi tahun lalu.

Bedanya setahun kemudian, ada banyak sekali perkembangan Vila Ternak ini. Ada pembuatan lahan parkir dan area panah di depan (seberang jalan) lokasi utama, serta pengembangan lahan ke area belakang misanya untuk berkuda, tree houses, bale-bale, hingga ke area bermain di sebuah sungai kecil.

Tidak lupa area utama termasuk tempat makan dan mushola juga ada pelebaran. Tiket masuk nya kali ini per kendaraan, dengan bonus susu dan tiket berkuda. Satu2nya tantangan di Vila Ternak ini adalah suhu panas nya (karena Banten panas). Jadi jangan pakai baju tebal dan banyak minum air.

Jelas Vila ternak mencoba mengambil segmen warga lokal sekitar nya  dimana kunjungan studi anak sekolah (TK) cukup dominan. Dan mengambil segmen Jabodetabek yang mencari destinasi tambahan sebelum sore di Anyer. Sangat tepat karena searah ke Anyer, persis seperti yang kami lakukan. Setelah sholat dan makan siang di Cikerai, maka meluncur ke Anyer normalnya sekitar 1 jam saja (tergantung Anyer sebelah mana).

Jam 15an, kami sudah sampai di Anyer Cottage. Kenapa memilih ini? Satu tentu harga, value for money, untuk fasilitas ada kolam renang dan akses ke pantai pasir. Not bad overall, kecuali kondisi bangunan yang tua (hotel lama). Dari sisi akses makanan luar juga cukup banyak makanan di luar hotel ketika malam atau sarapan.

Kunjungan kedua kami kedua ke Banten awal Mei karena Vila Ternak juga melakukan usaha Vila Kurban (penggemukan dan penjualan hewan Kurban). Sebenarnya bisa saja daytrip ke Banten, tapi sekalian kami ingin menginap di hotel Cilegon. Pilihan jatuh ke Greenotel Cilegon. Kami berangkat Senin pulang kantor sampai Cilegon sekitar jam 19,  dan Selasa hari libur.

Pertimbangan memilih Greenotel yang kurang lebih sama dengan Anyer Cottage. Agak unik karena hotel ini berada di area bisnis (ruko). Namun disini kita langsung mendapat akses ke waterpark Cilegon, yang saya kira normal tiket nya 25 ribu per orang. Dengan menginap dan breakfast plus akses waterpark, harga yang ditawarkan masih cukup make sense.

Baru setelah puas pagi main di waterpark, menjelang makan siang kami ke Vila Ternak. Artinya, jika mau berangkat Jum’at setelah kantor, menginap di Greenotel, mampir Vila Ternak, lalu ke area pantai Anyer, maka anda sekeluarga bisa mendapat full experiences yang cukup menjadi weekend getaway dari Jaodetabek ke Cilegon. Selamat mencoba!

4 Hari Wisata Sumatera Barat

Setelah melalui keputusan yang cepat sekitar sebulan sebelumnya, akhirnya tengah Desember ini kami berangkat jalan-jalan ke Sumatera Barat. Salah satu faktor terkuat karena ada saudara sepupu yang dari 2010 sudah tinggal disana di sekitar Kayutanam, Padang Pariaman.

Pas sekali dengan Safa sudah selesai UAS, dan mulai libur meskipun belum terima raport, dan harga tiket belum terlalu mahal karena belum benar2 mulai musim liburan nya. Maka selama 4 hari, berangkat Sabtu pagi (awal nya Jum’at malam, digeser ke Sabtu pagi oleh Sriwijaya 2 minggu sebelumnya), pulang Selasa sore alias total 4 hari 3 malam.

Berikut itinerary kami selama 4 hari di Sumbar, dalam bahasa lokal disebut Keliling Sumbar.

Hari 1: Pesawat Sriwijaya Air Jam 09.05 Jakarta to Padang, Masjid Raya Sumbar, Resto Lamun Ombak, Pesisir Kota Padang, Pantai Malin Kundang, Es Durian Iko Gantinyo, Jembatan Siti Nurbaya

Padang bay

Hari 2: Air Terjun Lembah Anai, Istana Pagaruyung, Payakumbuh, Lembah Harau, Kelok 9, Sate Danguang Danguang Payakumbuh

Lembah Harau

Hari 3: Jam Gadang dan Belanja Bukittinggi, Itiak Lado Mudo, Panorama dan Goa Jepang, Puncak Lawang, Kelok 44, Danau Maninjau

Jam Gadang

Hari 4: Oleh-oleh Kota Padang, Ikan Bakar Fuma pesisir Kota Padang, Pesawat Sriwijaya Air 14.45 (delay ke 17.20)

Ikan Bakar Fuma Padang

Sangat seru dan lumayan padat jadwal nya. Hari kedua dan ketiga, kami berangkat dari rumah jam 8-an, dan setiap malam pulang sampai rumah selepas jam 21. Alhamdulillah Safa dan Aidan senang-senang dan sehat sampai kembali ke Depok. Tantangan banyak makanan pedas juga bisa diatasi dengan memilih makan yang non-pedas untuk mereka.

Seperti liburan yang lain di Malang, Lombok atau bahkan jalan2 saat tinggal di Aberdeen, ketika mengunjungi daerah-daerah yang baru, bukannya kita terpuaskan malah ada tambahan-tambahan rencana untuk bisa berkunjung lagi di suatu hari nanti. Begitu juga di Padang, kami belum banyak menjelajah pesisir pantai Pariaman ke arah selatan dan menyeberang ke pulau-pulau wisata nya.

Semoga ada kesempatan lagi di masa depan untuk mengunjungi Sumbar ini, Amin.

Daytrip Pacitan, Pantai terbaik Jawa Timur

Momen mudik saat lebaran 2017 ke Magetan kali ini kami agendakan untuk jalan-jalan sehari ke Pacitan, masih di Jawa Timur. Magetan ke Pacitan cukup jauh, perjalanan 3.5 jam dengan melalui Madiun dan Ponorogo. Praktis minimal 7 jam habis di jalan pulang pergi memang, tapi pilihan ini yang harus dilakukan karena berbagai alasan daytrip.

Pagi berangkat jam 7 lebih, kami sampai ke tujuan pertama di Pantai Srau hampir jam 11. Pantai Srau sendiri perjalanan 30 menit ke arah barat kota Pacitan. Pantai ini masih lumayan bersih dengan pasir putih yang menawan, serta tidak terlalu ramai pengunjung (mungkin karena akses nya juga lumayan jauh dari jalan besar). Tidak lupa ombak khas pantai selatan Jawa. Cocok untuk semacam gathering keluarga, maka kami pun menggelar bekal makan siang disini.

Sibling @Srau

Setelah foto2 dan makan siang di Srau, selanjutnya kami menuju Sungai Maron sekitar 40 menit dari Pantai Srau, yang dijuluki Sungai Amazon Pacitan. Sekilas under-estimate karena tampilan Sungai Maron dari tempat parkir mobil kurang menyakinkan, tapi begitu mengarungi sungai nya, maka benar juga Sungai ini disebut Amazon. Karena warna hijau sungai dan tebing2 pinggir sungai cukup menawan. Sungai biasa yang lebih dari biasanya. Foto2 instagram pun sangat cocok di Sungai ini.

Maron River Amazon

Berikutnya kami menuju ke Pantai Klayar yang jadi semacam obyek pantai wisata ‘resmi’ di Pacitan, sekitar 30 menit dari Maron. Jika di Srau atau Maron, lebih seperti dikelola oleh masyarakat sedangkan di Klayar sudah ada gate resmi dari Dinas setempat. Pantai Klayar juga lebih ramai dengan fasilitas pendukung yang lebih baik. Tipikal pantai nya mirip dengan Srau, pasir dengan kombinasi batuan di bibir pantai nya. Tapi buat kami Srau lebih alami dibanding Klayar.

Menjelang matahari tenggelam, kami memutuskan untuk segera beranjak dari Klayar jalan pulang menuju Magetan lagi. Dengan mampir sholat dan makan malam, kami sampai di Magetan lewat jam 10 malam. Meski padat dan singkat, tapi cukup memberi pengalaman pantai indah yang masih bisa dijangkau dari Magetan. Menurut kami, landskap pantai-pantai Pacitan adalah pantai terindah di Jawa bersaing dengan Pangandaran. 🙂

Anyway, akses Pacitan memang cukup jauh dan menantang baik dari Madiun, Trenggalek maupun dari Jogja. Buat yang belum pernah ke Pacitan, perjalanan ke Pacitan idealnya menginap minimal 1 malam di kota Pacitan nya, sehingga bisa lebih jenak dalam menikmati beragam obyek wisata khususnya pantai dan sekitarnya. Selamat mencoba!

Family Weekend: Kuala Lumpur 2017

Dalam rangka mengomptimalkan Aidan yang belum 2 tahun dan sudah punya passport dari UK, maka bulan May 2017 kami sekeluarga short weekend trip ke KL. Berangkat Jum’at after office hours, dan kembali Selasa siang.

Pertimbangan mengapa KL selain kami sudah pernah kesana sekeluarga, juga karena tiket pesawat KLM bisa dapat murah 900 ribuan pp dari Jakarta – KL, beli nya pun hanya sekitar 3 minggu sebelum berangkat. Pesawat KLM transit KL ini bertujuan ke Amsterdam, beberapa kali dipakai ketika masih tinggal di Aberdeen untuk pulang ke Indonesia.

Menginap total 4 malam, kami bagi menjadi 2 malam di hotel Ibis Budget tanpa swimming pool dan bukan di city center tapi sangat dekat akses MRT. Lalu 2 malam Hotel di Bukit Bintang dengan swimming pool dengan harga yang relatif wajar.

Pesawat KLM berangkat dari Jakarta sekitar pukul 19, sampai di KLIA sudah cukup malam sekitar jam 22 waktu Malaysia. Segala hal imigrasi dan taksi, kami bisa check di hotel lewat tengah malam.

Sabtu keesokan hari nya, kami yang rencana akan jalan ke Genting batal, karena salah lokasi berangkat Bus ke Genting. Sempat berpikir Jalan ke Malaka pun tidak jadi, meskipun sudah di Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Dan akhirnya hanya jalan di sekitar Masjid Negara, taman kupu-kupu (butterfly park) dan taman KLCC.

Minggu nya, baru kami ke Genting dengan jalan ke Pudu Raya untuk beli tiket Bus ke Genting pulang pergi (sebaiknya beli tiket pulang pergi untuk lebih pasti, terutama jika weekend yang padat penumpang sore balik ke KL nya). Genting sedang banyak pembangunan, sudah sangat berbeda dari 5 tahun lalu kami kesini.

Dengan cable car yang baru (lebih besar dan sedikit lebih panjang rute nya), serta mall yang besar menjadi tujuan akhir di Genting Highland nya. Praktis, kami hanya jalan2 di mall saja karena indoor ataupun outdoor playground nya belum selesai (hanya ada beberapa indoor playland yang kurang menarik).

Senin adalah agenda jalan-jalan di kota KL start dari Bukit Bintang dengan naik free bus Rapid KL. Ke Lapangan Merdeka, makan siang di pasar Medan Tuanku, jalan-jalan di sekitaran Bukit Bintang, ditutup dengan makan malam lalu menikmati water fountain dancing di KLCC yang cukup menawan.

Selasa pagi, menikmati berenang di hotel. Siang sebelum check out jalan belanja di Sunga Wang Plaza. Pesawat KLM terbang dari KLIA sekitar jam 14, sampai di Soekarno Hatta jam 17 an. Dengan 900an ribu pulang pergi dengan KLM, menurut kami ini weekend getaway yang cukup lumayan ke KL.

Weekend: Daytrip Wisata Ternak di Banten

Perjalanan ke Banten sekitar 4 tahun lalu lebih ke jalan-jalan menikmati pantai Banten. Sekarang kami melakukan daytrip di hari sabtu dengan tujuan untuk melihat beberapa peternakan terpadu di sekitar Cilegon, Banten. Satu dan lain hal karena kami ikut ambil bagian dalam investasi penggemukan ternak untuk persiapan hewan kurban 2017 :).

Pagi sebelum jam 7 kami meluncur dari Depok menuju ke Tol Jakarta-Merak, tempat janjian ketemuan dengan dua rekan kantor dan keluarga nya yang sama-sama investasi di proyek penggemukan itu.

Tujuan pertama di Jawara Banten Farm yang dikelola oleh seorang teman yang pernah muncul di Kick Andy yaitu, Nur Agis Aulia. Sayangnya Agis nya tidak datang, jadinya kami hanya berkeliling peternakan terpadu nya. Ada kandang kambing, domba, sapi, kelinci lalu kolam ikan, sayuran tanah, hidroponik dll nya.

Kandang Ternak

Kandang Ternak

Tidak lupa ada aula yang dijadikan sebagai ruang tamu apabila ada kunjungan dari pemerintah, pemuda dan anak-anak sekolah sebagai tempat pelatihan dan laboratorium peternakan terpadu. Saya jamin ketika anda kesini, maka anda akan jatuh cinta tentang konsep terpadu yang diusung Mas Agis, lulusan UGM dan salah satu juara pemuda pelopor nasional 2016 ini.

Di Jawara Banten Farm

Di Jawara Banten Farm

Kandang berikutnya tidak jauh dari sana, fokus ke penggemukan kambing dan domba, terutama pemulihan ketika hewan baru datang dari Jawa Tengah.

Setelah cukup kami melanjutkan ke kandang ketiga sekaligus kandang terakhir kunjungan kami, pemandu dari Ternaknesia menyebutnya ini kandang yang paling bagus karena sudah menjadi agrowisata resmi, yang dikenal dengan Vila Ternak Cikerai, yang juga dikelola oleh seorang teman, Mas Hari Bowo lulusan IPB.

Di kawasan Vila Ternak ini dibuat tematik, ada Sapi, Kambing dan Domba, Ikan, Kelinci, Ayam, Burung, perkebunan dll. Terdapat beberapa saung diantara kandang-kandang tersebut.

Respon dari pengunjung terutama keluarga dengan anak-anak sangat baik meskipun baru dibuka mulai Januari 2017, terutama saat weekend atau jika ada tour anak TK.  Disini anak-anak mencoba didekatkan kembali tentang pertanian dan peternakan dimana ini mulai hilang karena pengaruh gadget dan televisi.

Vila Ternak Cikerai

Vila Ternak Cikerai

Untuk masuk ke kawasan, normalnya dikenakan tiket masuk. Tapi karena kami berteman (hehe), jadinya kami diperbolehkan masuk hehe. Vila Ternak ini juga menawarkan makan siang yang cukup terjangkau dan enak di saung-saung nya. Terbukti banyak keluarga dan anak muda makan siang bahkan sambil rapat di di Vila Ternak ini.

Maksi di Vila Ternak

Maksi di Vila Ternak

Jam 2 siang, kami meluncur pulang kembali ke Jakarta dan Depok. Sebenarnya hanya sekitar 25 menit dari Vila Ternak melalui jalan ring road ke kawasan pantai Anyer atau Hotel Marbela Anyer atau menara pengawasan Anyer.

Namun karena rasanya sudah pengin pulang jadinya kami langsung pulang. Oiya, mampir dulu makan duren di depan pom bensin kota Cilegon sebelum perempatan PCM ke Tol Cilegon Timur. Lumayan rasa dan harga nya sesuai, sampai dibawa pulang hehe.

Semoga ke depan, profil anak-anak muda seperti Mas Agis dan Mas Bowo ini yang ikut memajukan pertanian dan peternakan yang modern seluruh Indonesia. Sebagai bentuk dukungan, anda bisa ajak keluarga atau teman berkunjung kesana, yang mungkin dilanjutkan menikmati pantai Banten.

Selamat ber-eduwisata dan berlibur :).

Get Adobe Flash player