<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Triandika Weblog &#187; Home</title>
	<atom:link href="http://triandika.net/category/home/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://triandika.net</link>
	<description>Trian dan Dika Weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 00:23:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>MCB vs Power Load di Rumah</title>
		<link>http://triandika.net/2009/09/04/mcb-vs-power-load-di-rumah/</link>
		<comments>http://triandika.net/2009/09/04/mcb-vs-power-load-di-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 07:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandika.net/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-250" title="MCB rumah" src="http://triandika.net/wp-content/uploads/2009/09/DSC00313-300x225.jpg" alt="MCB rumah" width="300" height="225" /></p>
<p>Gambar diatas adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Circuit_breaker">MCB</a> (<em>Main Circuit Breaker</em>) yang terpasang di rumah. Background saya bukan Elektro, namun secara umum prinsipnya MCB membagi beban listrik ke blok-blok instalasi dalam rumah tersebut, semacam beberapa pintu untuk masuk rumah. MCB dipasang setelah meter utama (PLN), dan umumnya rumah standard instalasi listrik nya langsung dari meter utama ke rumah (tanpa MCB). Karena MCB semacam pintu, maka ada kapasitas maksimal nya. Ambil contoh 1000 watt untuk 1 Circuit Breaker/CB (jadi gambar diatas total nya 4000 watt), sehingga jika 1 CB menahan beban &gt; 1000 watt maka normalnya breaker akan drop (putus). Pun jika ada gangguan (ex: konslet) dalam blok tersebut, maka hanya 1 breaker drop dan tidak akan mengganggu CB lainnya dan meter utama. Kecuali jika total beban semua CB melebihi daya utama (type ruma tangga kecil 450, 900, 1200, 2200 watt) maka meter utama akan drop.</p>
<p><span id="more-249"></span>Kasusnya di rumah kami, daya listrik menggunakan 2200 watt dimana MCB nya; CB 1 untuk listrik utama lantai dasar (semua lampu dan stop kontak untuk lemari es, mesin cuci, dispenser, magic jar, kipas angin, exhaust fan dapur, setrika jika terpakai, tv termasuk accessoriesnya nanti, dll), CB 2 untuk semua beban ruang atas termasuk AC 1 pk, CB 3 khusus untuk AC 1 pk kamar bawah, dan CB 4 khusus lampu kamar mandi utama. Sangat terlihat beban yang tidak seimbang antar CB, CB 1 sangat berat sedang CB 4 sangat ringan. Tidak heran jika CB 1 sering drop dan kadang membuat meter drop juga.</p>
<p>Maka solusinya, saya meminta tukang listrik untuk mempararelkan CB 1 dan 4 sehingga beban nya menjadi beban bersama. CB 1 dan 4 akan drop jika beban nya melebihi gabungan kapasitas CB 1+4 (atau beban melebihi meter utama). Praktis jika keluar rumah dalam jangka waktu lama, kalau dulu mematikan CB 2, 3, 4 dan tetap mengaktifkan  CB 1, mulai sekarang mode nya sama namun beban CB 1 berkurang. Artinya beban listrik <em>stand by </em>dan biayanya menjadi berkurang.</p>
<p>Sebelum modifikasi MCB, saya berdiskusi dengan teman dan bos (keduanya background Elektro pastinya) tentang listrik yang sering drop apalagi saat malam lampu nyala, dispenser, magic jar, 2 AC, kulkas, kipas, exhaust dan drop CB 1. Padahal AC berbeda CB nya. Dihitung-hitung 2200 watt memang mepet untuk alat-alat diatas, namun masih bisa digunakan asal bijak dalam penggunaan. Opsi nya diantaranya;</p>
<p>1. Menaikan daya menjadi 3500 watt, dengan <a href="http://www.pln.co.id/PelayananPelanggan/EnergyChanging/tabid/61/Default.aspx">biaya kenaikan daya</a> sekitar 850 ribu. <a href="http://www.pln.co.id/simulasi/simulasi_anda.asp">Biaya bulanan kwh</a> pun menjadi lebih mahal daripada 2200 watt (selisih sekitar 50 ribu). Keuntungan nya, hilang khawatir listrik drop dan spare daya melimpah. Namun dengan aktivitas keseharian, rasanya tidak 24 jam beban 2200 watt itu terpakai. Catatan dari teman, daya naik seharusnya spek kabel instalasi dicek lagi, apakah ampere nya masih sesuai. Jangan sampai nanti kabel menjadi cepat panas dan peluang terbakar menjadi besar. Untuk urusan cek atau penggantian instalasi kabel sangat tidak efisien karena rumah ini beli second sehingga agak sulit melacaknya.</p>
<p>2. Tetap dengan daya 2200 watt, sesuai saran teman dengan modifikasi MCB seperti diatas. Hasilnya cukup terbukti. Disimulasikan dengan menyalakan semua lampu utama, 2 AC, magic jar, kipas, dispenser, dan mesin cuci (tanpa beban) dan meter tetap jalan. Kemudian ditambahkan setrika, tidak selang 1 menit meter utama drop karena beban &gt; 2200 watt (catatan: MCB tidak drop).</p>
<p>Dengan opsi 2 tersebut, ada hal yang ingin saya coba digunakan yakni pemakain capasitor bank (umumnya dibilang penghemat listrik). Sekalipun banyak yang mengulas dan saya juga percaya ketidakefektifan alat tersebut, tapi bagaimanapun pembuktian sendiri tidak ada salahnya. Tujuannya bukan untuk menghemat (tagihan) listrik, namun sebagai pengoptimal daya listrik karena alat-alat listrik diatas (<a href="http://priyadi.net/archives/2006/05/30/mempertanyakan-alat-penghemat-listrik/">daya semu vs daya nyata</a>). Namanya juga mencoba, saya memilih yang tidak terlalu mahal di internet (delivery minggu depan dengan).  Menurut bos saya, kalau tidak berhasil anggap saja THR untuk penjual nya. <em>Nice to try..</em></p>
<p>Dari pengalaman listrik di rumah, maka ada beberapa pelajaran yang bisa di ambil;</p>
<p>1. Pakailah listrik sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Jika tidak digunakan lebih baik matikan. Kecuali untuk alat-alat yang sifatnya non-stand by (Kulkas, Magic Jar, AC jika perlu), memilih yang daya nya kecil. Khusus untuk AC, pertimbangan coverage memang utama, namun daya juga penting. Memang kalau daya AC (pk) sesuai, mendinginkan ruangan menjadi lebih cepat, plus ruangan di sekitarnya jika dibutuhkan. Apalagi AC sekarang sudah banyak yang ada &#8216;system penghemat daya&#8217; nya.</p>
<p>2. Instalasi listrik di rumah sangat krusial, karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan. Instalasi air hanya berefek kenyamanan, sedangkan listrik menyangkut keamanan penghuninnya. Bagi calon pembeli rumah (baru atau second), memahami instalasi listrik menjadi prioritas setelah cocok dengan tampilannya. Untuk rumah second, bisa ditanyakan ke tukang yang melakukan instalasi listrik di rumah tersebut. Jika background electrical kurang, setidaknya pahami jalur-jalurnya. Ubah pertama kali setelah membeli jika instalasi listrik tidak <em>user friendly</em> atau membahayakan, sebelum mengarah ke instalasi air dan pengecatan.</p>
<p>Khusus bagi yang akan membangun rumah sendiri (beli tanah), kesempatan yang sangat baik untuk men-desain instalasi listrik (air dan <a title="Local Area Network">LAN</a>) yang sesuai dengan kebutuhan, bahkan sedikit over-spec lebih baik untuk kebutuhan masa datang. Tentu dengan bantuan ahlinya, urusan desain mendesain rumah ini akan menjadi menarik. Rumah komplek sekarang sudah banyak yang melibatkan pembeli/penghuni untuk mendesain rumah yang akan di bangun.</p>
<p>Yang belum memiliki rumah, membeli rumah second atau rumah baru sudah jadi pun anugerah yang harus disyukuri. Tinggal mengoptimalkan diri untuk mempelajari seluk-beluk rumah tersebut sampai tuntas, menjadikan pelajaran berharga untuk rumah kedua, ketiga dst nantinya, amin.. <img src='http://triandika.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>@<a href="http://triandika.net/">triandika</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandika.net/2009/09/04/mcb-vs-power-load-di-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengurus Balik Nama Rekening</title>
		<link>http://triandika.net/2009/02/16/mengurus-balik-nama-rekening/</link>
		<comments>http://triandika.net/2009/02/16/mengurus-balik-nama-rekening/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 00:48:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Home]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandika.net/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 10]></p>
<p><mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0mm 5.4pt 0mm 5.4pt; 	mso-para-margin:0mm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-122" title="rumahtebu" src="http://triandika.net/wp-content/uploads/2009/02/rumahtebu-300x225.jpg" alt="rumahtebu" width="211" height="159" />Salah tugas sebagai pemilik rumah baru (dari pembelian rumah lama) yang pertama adalah mengurus balik nama rekening, yakni rekening air (PDAM), telepon (Telkom) dan listrik (PLN). Dengan bekal penjelasan notaris bahwa mengurus balik nama rekening cukup dengan membawa photo copy akte jual beli dan photo copy KTP.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Mengenai dokumen kepemilikan rumah, notaries sangat tidak menyarankan dikeluarkannya sertifikat hak milik (SHM) atau akta jual beli dalam bentuk asli nya untuk segala pengurusan administrasi publik (kecuali tujuan jaminan pinjaman). Tapi bagaimanapun, sebelum diserahkan dokumen asli tersebut sudah di copy terlebih dulu.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Dengan mengambil <em>setting</em> tempat di <a href="http://www.depok.go.id/">Kota Depok</a>, maka berikut penjelasan singkat pengalaman mengurusa balik nama rekening tersebut.<span id="more-96"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Air (PDAM)</strong></p>
<p class="MsoNormal">Pengurusan balik nama rekening air dilakukan di kantor <a href="http://www.pdam-kabbogor.co.id/">PDAM Kabupaten Bogor</a> di Nusantara Beji. Mungkin PDAM satu-satunya instansi pemerintah atau BUMD Depok yang masih ikut Kabupaten Bogor, sejarah Depok 9 tahun lalu sebelum berdiri sendiri sebagai Kotamadya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Setelah membayar rekening bulan sebelumnya di kasir, maka proses balik nama bisa diurus di ruang kantor sebelahnya dan berlangsung cepat nan murah yaitu 15 ribu rupiah. Setelah proses sekitar 15 menit, pelanggan pun mendapat kartu pelanggan baru dengan nama sesuai balik nama.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Telepon (Telkom)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong></strong><span lang="SV">Balik nama bisa dilakukan di Plaza Telkom Depok Jalan Arif Rahman Hakin (seberang fly over KRL). Prosesnya sama, harus dilakukan pembayaran atas rekening bulan sebelumnya kemudian diajukan balik nama rekening. Pembayaran dan balik nama cukup dilakukan di meja customer service sekaligus.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Biaya pengurusan balik nama lebih mahal, yaitu 33 ribu rupiah. Namun, ada biaya semacam pemasangan baru (karena balik nama) sebesar Rp 32,600 plus Fitur Nadasela Rp 5,000 (belum termasuk fitur lainnya misal Telkomet Instan). Dengan total sekitar 70 ribu, balik nama telepon masih tergolong cukup efektif. Namun masih kurang efisien, karena bulan berikutnya pembayaran harus dilakukan di Customer Service untuk klarifikasi karena tagihannya akan keluar dengan 2 nama (nama lama dan nama baru).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Listrik (PLN)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Diantara dua rekening diatas, rekening listrik PLN adalah yang paling tidak efisien. Dengan pembayaran rekening bulan sebelumnya, belum otomatis bisa dilakukan proses balik nama. Menurut mereka, pembayaran PLN masih <em>delay</em> transaksi 2-4 hari bergantung tempat pembayaran (ditambah PLN tidak melayani loket pembayaran). Pengurusan balik nama sendiri dilakukan di Kantor PLN Depok di Depok II. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Selain ketidakefisienan tersebut, biaya proses balik nama pun sangat mahal. Totalnya Rp 227,700 dengan rincian administrasi Rp 5,000 dan jaminan pelanggan Rp 222,000! Saya sempat menanyakan apa maksud uang jaminan itu, namun dijawab kurang memuskan (intinya untuk balik nama juga). Padahal menurut saya, namanya uang jaminan suatu saat akan dikembalikan jika masa jaminan itu berakhir (tapi saya sangsi seperti itu).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Dari ketiga proses balik nama tersebut, syaratnya selalu sama yaitu photo copy akta jual beli, KTP serta materai 6 ribu rupiah. </span><span lang="SV">Dan yang harus dipastikan selama proses balik nama adalah kebenaran nama lengkap dan alamat rumahnya. </span><span lang="FI">Karena jika alamat masih salah dan kita akan membenarkannya suatu saat, kemungkinan akan membayar biaya balik nama lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Rekening-rekening tersebut menurut saya sangat penting untuk di balik nama sesuai dengan nama pemilik rumah atas petimbangan hukum, dimana rekening-rekening tersebut kadang kalanya juga dibutuhkan sebagai bukti penguat (apalagi jika akan dilakukan transaksi jual di masa depan nanti). </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p><span lang="FI">Selain rekening, masih ada satu lagi yang harus di balik nama yaitu PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Namun karena transaksi<span> </span>pembelian rumah dilakukan akhir tahun dan sertifikat jadi awal tahun, maka PBB tahun 2008 sudah jatuh cetak. Dimana nantinya setelah pembayaran PBB sekitar Maret 2009, balik nama PBB harus menjadi target utama juga (mungkin butuh bantuan notaris). </span></p>
<p><span lang="FI">Sebagai tambahannya, semua rekening yang sudah di balik nama tersebut juga akan mempermudah nyonya rumah untuk mengurus pembayaran rekening-rekening tersebut di kemudian harinya.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandika.net/2009/02/16/mengurus-balik-nama-rekening/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

