Triandika Weblog Rotating Header Image

Mengelola Keuangan Pra Nikah

Merupakan sebuah tantangan untuk mengelola keuangan pra nikah, dimana ‘tidak mengandalkan’ orang tua sebagai domainnya. Singkatnya, semua harus dipersiapkan. Ini artinya kita membicarakan perencanaan (planning) yang matang.

Hal yang kami alami dalam mempersiapkan pernikahan bukan hanya biaya pernikahan saja melainkan juga perihal rumah yang datang di “saat yang tepat”. Meski sebenarnya rumah dan menikah sudah direncanakan dengan matang, namun ternyata dalam prakteknya, pengaturan dan pengalokasian keuangan tetaplah menantang.

Pertama adalah menikah yang akan dilaksanakan pada 1 februari 2009. Pada saat itu telah jelas teralokasikan rancangan kebutuhan dana pernikahan. Tentu ini tidak terlepas dari pertama kali mendapatkan penghasilan. Hal yang menurut saya harus juga dilaksanakan oleh para lajang yang sudah bekerja untuk selalu mengelola keuangan demi tujuan yang lebih besar.

Pelajaran dalam menyiapkan dana pernikahan adalah siapkan alokasi dana untuk masing-masing tahap, misalnya untuk biaya lamaran (termasuk akomodasinya), akomodasi saat pernikahan, mahar, dan pastinya biaya pernikahan itu sendiri. Biaya pernikahan bisa dibicarakan bersamaan dengan bentuk pernikahan seperti apa yang akan diselenggarakan.

Kami berprinsip bahwa pernikahan adalah peristiwa sakral yang harus disyukuri dengan resepsi (walimah) sederhana namun pantas. Jadi, alangkah sayang jika pernikahan dilaksanakan dengan ’berlebihan’, karena dananya bisa digunakan untuk keperluan lainnya semisal rumah beserta isinya.

rumahKedua adalah rumah, yang mendapatkan titik terang. Melalui fase DP, pengurusan di kantor dan akhirnya proses transaksi serta notaris, semuanya memerlukan biaya. Dengan ”tidak mengganggu” dana pernikahan, maka Alhamdulillah kepemilikan rumah berproses dengan cukup lancar.

Namun kepemilikan rumah yang ditunjukan dengan sertifikat itu masih belum cukup, karena ada keinginan untuk benar-benar menyiapkan rumah yang ’layak huni’ untuk ditempati setelah pernikahan. Maka muncullah agenda ’beberes rumah’, yang dari awal rencana tidak banyak namun pada prakteknya menjalar ke beberapa sisi lainnya.

Inilah moral yang harus di ambil dalam memperbaiki rumah, bahwa perencanan harus cukup detil sehingga kemungkinan pembengkakan biaya bisa terprediksi. Dan pastinya, siapkan jumlah batas atas dana yang tersedia untuk perbaikan rumah, karena jika batas atas terlewat maka akan besar potensi untuk merusak alokasi yang lain.

Dengan dua ’agenda besar’ pararel yakni persiapan pernikahan dan beberes rumah, maka dibutuhkan bantuan team dengan komunikasi yang baik. Pernikahan dengan bantuan panitia dan keluarga, sedang beberes rumah dengan tukang yang terpercaya (dan tetap dengan harga wajar). Sebagai tambahan, kondisi pekerjaan yang mengharuskan hanya 12 hari dalam sebulan tidak berada di Palembang, maka harus mengatur kapan masuk kantor Jakarta, beberes rumah di Depok, serta persiapan teknis di Bandung dan Magetan. Disinilah tantangan yang praktis dihadapi khususnya dalam 2 bulan terakhir menjelang pernikahan.

Lalu ke depannya, kami sudah jelas akan menghadapi tentang ’isi rumah’, menyelesaikan S2, dan pastinya rencana kami dalam pengelolaan keuangan pasca pernikahan.

Sekali lagi adalah planning keuangan yang matang, nyatakan di awal apa yang ingin kita tuju di masa depan. Pernikahan, rumah, atau sekolah disertai dengan turunan kebutuhan yang cukup detil perihal plan tersebut. Sehingga akan di dapatkan berapa yang harus kita tabung atau investasi kan sesuai dengan time frame nya.

Dan dengan usaha dan do’a, insyaAllah kelancaran itu akan datang pada waktunya.

Similar Posts:

18 Comments

  1. Subhanallah ,,, ck ck ck ..
    Trian sekali .. perfeksionis yang perfecto,

    Bagus2x.. Dika g perlu pusing2x jadi manajer nih, bisa melakukan banyak hal lainnya untuk aktualisasi diri .. 😀

    triandika:
    ya ulya, begitulah kiranya..hehe. semoga bisa aktualisasi untuk kontribusi ya..harus konkrit nih. semangat!!

  2. ipeh says:

    Wow…seperti kata ulya perfeksionis yang perfekto….
    rumah yang bikin heboh ituh yah ka…
    Kapan yah bisa mengunjungi 😀

    triandika :
    hmm, begitulah.. :D. insyaAllah silaturahim ya..

  3. dy says:

    wah..perfect..sudah lengkap persiapannya 🙂

    triandika :
    Amin, alhamdulillah.. 🙂

  4. machmoed Santoso says:

    planning the plan…
    heu
    keren deui wae..
    jadi terinspirasi!!

  5. earfun says:

    sepakat
    nikah itu bukan hal sederhana

    kalo di organisasi kita raker cuma buat setahun…
    dalam rumah tangga mestinya ada raker untuk seumur hidup
    harus siap program seumur hidup

    sip sip…
    cukup menginspirasi
    makasih…

    triandika :
    sama2, makasih kunjungannya ya..
    jadi memang nikah bukan hal sederhana, oleh karenanya harus direncanakan dengan matang. 🙂

  6. Ika says:

    Ya..ya aku sepakat sama kalian. Hiks.. jadi terharu..

    Oya ini kunjungan perdana. Aku baru tahu kalian akan menikah hari ini. Maaf yaaa:((.

    Soalnya sudah lama tidak buka blog.

    triandika :
    hukumannya harus buatkan tulisan untuk triandika.net 😀

  7. wida says:

    alhamdulillah…barakallahu fiik
    semoga awal,tengah dan akhir penuh dg keberkahan Allah

    triandika :
    amin, mohon doakan selalu ya

  8. akronim says:

    kurang huruf n 😀

    triandika :
    wah apa ya, gak ngerti..

  9. icha yang cantik says:

    itu rumah Tebu? aku belum pernah liat,,, hikshiks,,

    triandika :
    nanti insya allah main kesini ya, Cha

  10. Nanda says:

    waaaww,,trian mateng bener planningnya..;) keren..!

    dika,,dika,,ntar kalo ada kumpul dafa bisa di rumah ini dunks,,hehe:p

    triandika :
    makasih, nanda. ya insya Allah kita silaturahim ya 🙂

  11. Oki+Nana says:

    Alhamdulillah..Barakallah ya teh…
    Sebhanallah..perencanaan yang sangat matang dan indah. Semoga perencanaan pra nikah dan kehidupan pasca nikah mendatang semuanya dapat terjalani dengan landasan keikhlasan dan keimanan. Kesabaran adalah kendaraan terhebat menuju gerbang rumah tangga sakinah mawaddah warahmah. Ibadah merupakan niat terdalam mengawali biduk rumah tangga. Semoga terlahir sebuah keluarga pejuang, pencipta mujahid/dah da’wah tangguh, penggerak da’wah media… 🙂

    Uhibukifillah teh (by : Nana)

    Barakallahulaka wa barak’alaika
    wa jama’a baina khuma fi khair (by : Oki+Nana)

    triandika :
    amin.. da’wah media ya na?amin..amin.doakan terus ya na agar kami tetap menulis

  12. Ummu Aisha says:

    Subhanallah.. Matang skali persiapannya. Semoga untuk seterusnya ya.. Wah jd warga depok nich. Kapan2 main ke ciputat ya dik..

    triandika :
    amin, semoga seterusnya bisa tetap terencana. ya teh, kalo deket dengan depok, dika juga berminat ngajar di ciputat

  13. edratna says:

    Yang penting adalah kesiapan dua hati, untuk menjalani komitmen, dan mencapai tujuan bersama.

    Persiapan yang lebih detail akan memudahkan semuanya.

    triandika :
    detail = dika, terencana = trian 🙂

  14. mel says:

    bs nemenin amel kerja dsini dong,teh?!
    tdika yg clinical pharmacologist=)
    dtunggu,teh:)

  15. yudi says:

    sukses ya…semoga sesuai dengan yang direncanakan..aminnn

  16. ali ghufroni says:

    renncanaku pasca nikah ya siap gempur kerjaan 24 jam non stop.aku pingin buka uasaha
    untuk menafkahi istri dan anaku.pagi gempur kerja disekolah.ku ingin jadi guru
    profesional.siang pingi jadi pengusaha sukses.klo malam tuk istri dan anak.
    ada yang tahu nggak usaha ap yang bikin orang sukses didunia dan akherat
    klo ada yang tahu hub.aq ya 085735603883

  17. Anten says:

    dika tinggal di depok? di mana?
    anten juga tinggal di depok…

    Jl. Kartini No.55 depok lama
    deket sama stasiun depok lama…

    mungkin kapan2 anten bisa silaturahim ke rumah dika dan trian 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Get Adobe Flash player